Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

Rawan Kecelakaan, AMAK Sulut Minta Gubernur YSK Segera Desak BPJN XV Perbaiki Ruas Jalan Nasional Kota Bitung

 
MEDIA GARDA BHAYANGKARA.Online 
Edisi: Manado, 21 Juli 2026 -  
BITUNG – Kondisi jalan raya di Kota Bitut saat ini memprihatinkan, dihiasi banyaknya lubang yang tersebar di berbagai titik, termasuk pada ruas jalan nasional yang setiap hari dilewati ribuan kendaraan, terutama kendaraan bertonase besar seperti truk kontainer, mobil tangki, dan kendaraan logistik lainnya.
 
Akibat beban berat kendaraan yang terus-menerus melintas, sebagian besar permukaan jalan nasional tersebut kini rusak parah. Kerusakan ini bukan terjadi kemarin saja, melainkan sudah berlangsung berbulan-bulan, bahkan ada yang hingga bertahun-tahun tak kunjung mendapat perbaikan sempurna. Jika pun ada perbaikan yang dilakukan, kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat—menimbulkan dugaan penggunaan material aspal yang tidak memenuhi standar atau kualitas pelaksanaan pekerjaan yang kurang baik.
 
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Perhimpunan Masyarakat Peduli Keselamatan Jalan (AMAK) Sulawesi Utara meminta perhatian serius Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), untuk segera memerintahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Wilayah Sulut-Gorontalo untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh.
 
"Kami sangat khawatir jika hal ini dibiarkan terus berlanjut. Ruas jalan nasional di Bitung sudah terbukti rawan menimbulkan kecelakaan yang merenggut nyawa pengendara. Perbaikan ini bukan sekadar kebutuhan rutin, melainkan hal yang mendesak dan menyangkut keselamatan jiwa masyarakat luas," ujar perwakilan AMAK Sulut.
 
Selain kepada Gubernur, AMAK Sulut juga meminta Pemerintah Kota Bitung untuk kembali menindaklanjuti masalah ini. Jika perlu, Pemkot Bitung diminta untuk melayangkan surat teguran resmi atau mendatangi langsung kantor BPJN XV, bahkan menyampaikan protes tegas jika belum ada tanggapan yang memadai.
 
"Masyarakat sudah taat membayar pajak, namun haknya mendapatkan fasilitas umum yang layak dan aman belum terpenuhi dengan baik. Jalan nasional ini adalah urat nadi perekonomian sekaligus jalur penghubung utama, kerusakannya tidak boleh dibiarkan mengancam keselamatan warga yang beraktivitas setiap hari," tegas pernyataan tersebut.(Red)
 
 
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA