Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

MERASA DI TIPU OLEH ASN DISKES . BENDPUSKESMAS DESA SAWA.KORBAN AMBIL LANGKAH HUKUM NAMUN KASUS MENGENDAP DI POLRES BURU.


Namlea, 20 Juni 20276 - CHAIRIA  ALHAMID ,seorang warga desa lala kecamatan Namlea merasa sangat dirugikan dan kecewa,sebab menjadi korban penipuan yang dikuat dilakukan oleh NURLELA PATTIIHA. Pegawai / ASN di lingkungan dinad kesehatan Kabupaten Buru sebagai bendahara puskesmas Desa lala Kec.Lilialy. 

Kronologi kasus ini disampaikan langsung  kepada wartawan saat korban R.A. awalnya menceritakan singkat,setelah itu menemui 2 wartawan guna menceritakan secara detil. 

Diketahui bahwa pelaku mendatangi korban dengan modus membutuhkan dana untuk perbaikan/ rehabilitas Puskesmas desa sawa, karna percaya begitu saja berdasarkan sudah kenal pelaku,dengan status pelaku adalah pegawai negri, ibu CHAIRA Rachma ALHAMID .menyerahkan uang secara bertahap hingga berjumblah 108 juta. 
Awalnya korban memberikan uan senilai Rp.50.000.000. kepada pelaku dengan bukti perjanjian kesepakatan tanda tangan  di atas meterai oleh pelaku.bahkan korban sempat berkata "" saya bantu tapi jangan lama lama sebab itu uang uasaha dagangan pakaian saya "" apalagi apang juga sudah usia lansia sehingga bertahun tahun kami kelola untuk biaya hidup di hari tua. 

setelah menyerahkan uang, korban sempat memotret Pelaku sambil memegang uang, membat kwitansi tersebut sebagai bukti pegangan bagi korban. 

Akibat sudah melewati batas waktu hampir dua tahun, korban terus menghubungi pelaku tetapi kalimat yang dia sampaikan hanya sekedar ia, tetapi untuk melakukan pengembalian uang korban.artinya alasan pelaku  itu hanyalah modus penipuan . 

Tidak tinggal diam, Korban melaporkan kasus ini ke pihak POLRES Kab Buru sejak satu bulan lalu,kemudian ditangani oleh salah satu penyidik Serse di Polres Kab Buru atas nama Afrianto. kemudian tidal berlanjut dan mengendap sampai hari ini,   padahal pelaku Nurlela Patiiha telah membuat pernyataan  berjanji akan mengembalikan uang ,

Fatalnya ketika Korban menemui Kepala dinas kesehatan Kab Buru.untuk kordinasi keberedaan tugas pelaku. dan apakah ada rehab kantor atau ruang puskesmas , Kadis kesehatan langsung terperanjat kaget ,kadiskes menyampaikan jika tidaj pernah ada pemberitahuan dari pegawai dipuskesmas desa sawa untuk kami. dan saya sendiri tidak tau dan belum pernah menerima surat laporan dari Yang bersangkutan Yakni bendahara puskesmas desa sawa kecamatan lilialy. 
Mendengar penyampaian kepala dinas Kesehatan Korban langsung Lemas dan meminta Untuk kepala Dinas harus lebih mempertegas dan mengawasi bawahannya yang sudah menjadi penipu ulung. 


Merasa tidak mendapatkan keadilan ,
Ibu CHAIRIA . akhirnya menemui Adik sepupuhnya untuk menceritakan kekecewaannya, Dia menyampaikan Jika  sudah pernah juga menemui Kepala dinas kesehatan untuk mengetahui Keberadaan Pelaku. termasuk rasa kecewa terhadap kinerja Polres Buru dibawah pimpinan AKBP. Sulastri Sukidjang. 

Masalah sepertinya ada unsur kesengajaan dari penyidik serse Polres Buru .berdasarkan Kapolres Sendiri lebih banyak fokus ke pertanian. Mungkin .

Ketua Lembaga Ormas Sebagai KETUA DPD PROVMAL. sekaligus Wartawan yang di temui korban Nurjannah Rahawarin menegaskan bahwa Kasus ini bukan hal baru yang saya ketahui terkait Pelaku .
Nurlela sering menggunakan modus macam.macam untuk menipu. bahkan Nurlela patiiha seringkali beroprasi di wilayah tambang dan di warga masyarakat unit ,sehingga prilakunya sempat firal di Grup Gunung botak pada aplikasi FB yang firal di posting warga masyarakat yang di tipunya.
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA