Polemik pembangunan kawasan industri takalar terus bergejolak karena ratusan masyarakat desa Laikang mengepung gedung DPRD Kab. Takalar untuk mendesak bupati takalar untuk menolak pembangunan kawasan industri takalar melalui RDP yang di jembatani oleh DPRD Kab.Takalar.
RDP ini di lakukan DPRD Kab.Takalar karena beberapa aksi yang di lakukan masyarakat Laikang tidak pernah di temui bapak bupati takalar yang sampai pada aksi jilid 5 untuk mendesak bupati takalar menolak pembangunan kawasan industri takalar.
Aksi penolakan ini bukan tanpa sebab masyarakat Laikang menganggap bahwa pembangunan akan menjadi sebuah bencana untuk masyarakat desa Laikang karena sumber mata pencaharian masyarakat Laikang itu budidaya rumput laut, Lobster, lawi-lawi dan nelayan bukan hidup sebagai pekerja industri apalagi Desa Laikang sudah di tetapkan Sebagai kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada bulan April 2022
Masyarakat Laikang menganggap harusnya pemerintah berfikir bagaimana mengembangkan mata pencarian masyarakatnya bukan membangun industri yang tidak menuntut kemungkinan akan mendatangkan pencemaran lingkungan yang akan membunuh mata pencaharian masyarakatnya karena budidaya dan industri tidak bisa hidup berdampingan.
Gedung DPRD sempat memanas karena masyarakat Laikang merasa di khianati lantaran bupati tiba-tiba ingin meninggalkan gedung DPRD dan masyarakat yang sudah berjam-jam menunggu karena telah di janji sebelumnya untuk di adakan RDP akibatnya terjadi penghadangan mobil bupati yang sempat terjadi sebuah ketegangan.
Namun pada akhirnya RDP pun di lakukan meskipun belum ada solusi konkret karena waktu yang terbatas memasuki shalat magrib dan akan di lanjutkan di pertemuan selanjutnya.
Usai pertemuan masyarakat Laikang yang sempat di mintai pendapatnya tetap pada pendiriannya menolak kawasan industri takalar.

Social Header