BITUNG, 6 Juni 2026 – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terus dikeluhkan masyarakat Kota Bitung mendapat perhatian serius dari tokoh masyarakat, Sunny Rumawung. Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
Menurut Sunny Rumawung, keluhan warga terkait sulitnya memperoleh LPG subsidi telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pemerintah daerah melalui perangkat yang membidangi perekonomian dan pengawasan distribusi diminta segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran gas bersubsidi.
"Kelangkaan LPG subsidi bukan persoalan sepele. Pemerintah harus hadir dan memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya menerima manfaat justru menjadi korban akibat lemahnya pengawasan," tegas Rumawung, Sabtu (6/6/2026).
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat mulai dari tingkat agen, pangkalan hingga penjualan kepada masyarakat. Jika ditemukan adanya praktik penimbunan, permainan distribusi, atau penjualan kepada pihak yang tidak berhak, maka pemerintah bersama instansi terkait harus memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jangan ada toleransi bagi oknum yang sengaja mempermainkan distribusi LPG subsidi. Jika terbukti melanggar, izin usaha harus dievaluasi bahkan dicabut. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku yang mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat," ujarnya.
Rumawung juga mengingatkan bahwa aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia. Oleh karena itu, langkah cepat, pengawasan rutin, dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi LPG subsidi harus segera dilakukan.
Ia berharap seluruh pihak terkait, termasuk Pertamina, agen, dan pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi agar persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Bitung segera teratasi.
"Rakyat membutuhkan solusi, bukan alasan. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata agar masyarakat tidak terus-menerus kesulitan mendapatkan gas subsidi yang menjadi kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.(Red)



Social Header